0

Kebahagiaan dan Nominal Rp. 35.000,-

Posted by Langit Senja on 1:20 PM
"Dek, ikut mbak, yuk." Chat murobbiku muncul di hp-ku kala sore itu.
"Ke mana, Mbak?"
"Ke toko baju yang 35ribuan, mbak mau beliin kamu, terus kita buka puasa bareng, mbak yang traktir, itung-itung nyenengin kamu untuk hari lahirnya kamu. Hehe."
.
.
Terenyuh. Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaanku ketika membaca pesan dari murobbiku itu. Ada rasa tulus yang ku tangkap. Dibungkus dengan rasa cinta. Diselimuti dengan rasa sayang. Lalu aku melihat diriku, melihat barang-barang yang ada di sekelilingku, melihat berapa banyak uang yang aku hamburkan untuk 'membeli' kebahagiaan yang aku cari itu. Aku.. malu. Malu terhadap murobbi, malu terhadap diri sendiri. Bagaimana bisa nominal yang selama ini aku anggap murah itu ternyata bisa menjadi begitu sangat mahal?

Iya sangat mahal.

Di balik nominal tiga puluh lima ribu itu, ada pengorbanan yang menyertainya. Aku tahu, uang itu bisa saja beliau gunakan untuk membeli hal-hal yang ia butuhkan alih-alih membelikanku baju yang aku sangat menyadari bahwa beliau pun pasti sangat mengetahui aku memiliki baju yang lebih dari cukup dan belum membutuhkan baju baru lagi karena baju-baju yang lama masih sangat layak pakai, tapi beliau lebih memilih untuk membelikanku.

Di balik nominal tiga puluh lima ribu itu, ada ketulusan dan keikhlasan yang menyapa. Ketulusan yang tak akan bisa tergantikan oleh apapun, keikhlasan yang tak akan bisa dibeli oleh siapapun.

Di balik nominal tiga puluh lima ribu itu, ada harapan yang ia bawa. Harapan bahwa aku akan bisa berbahagia karenanya. "Gapapa kan dek ke toko baju yang cuma 35ribuan?" Ada nada khawatir di sana, mungkin beliau takut aku akan kecewa. Ah, mbak, ga usah berbicara soal nominal, kehadiranmu di hidupku saja sudah sangat bisa membuatku bahagia :')

Satu hal yang selalu aku syukuri dari dulu; aku selalu dikelilingi oleh orang-orang yang baik, yang selalu ada untukku, yang menyayangiku, yang rela berkorban untukku, yang ikhlas membantu dan menemaniku, yang selalu menguatkanku, dan yang selalu ingin membahagiakanku.

Kau, sudahkah berbahagia hari ini?

0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 Langit Senja All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.